Jumat, 12 Februari 2010

AKU HARUS BISA

Waktu kita masih kecil, saat kita baru mulai belajar berjalan, kita tidak pernah mengeluh dan selalu berusaha agar bisa berjalan, walaupun kepala atau anggota badan kita terluka akibat terbentur meja, pintu atau benda-benda lain. Saat itu tak terbersit di pikiran kita kata-kata “aku memang ditakdirkan tidak bisa berjalan” yang ada dalam pikiran kita saat itu adalah kata-kata “aku bisa, aku bisa, aku pasti bisa bejalan.” Maka kita dapat berjalan dan kemudian dapat berlari.

Pelajaran sederhana yang dapat diberikan ialah: percayalah pada kemampuan diri sendiri. Seandainya anda pada saat itu tidak percaya akan kemampuan diri anda, bisa jadi kisah anda berakhir menyedihkan, dengan kata lain anda berjalan ngesot.

William Arthur Ward, penulis kondang asal Amerika mengatakan, ”Saya adalah pemenang karena saya berpikir seperti pemenang, bersiap jadi pemenang, dan bekerja serupa dengan pemenang.” Ward betul, jika Anda berpikir menjadi seorang pemenang, maka memang benar Anda adalah seorang pemenang.

Jadi, tidak ada alasan anda tidak suka pelajaran matematika maupun sains, bukan? Bila ada kesulitan katakan “Aku harus bisa!”. Selamat mencoba

Kamis, 11 Februari 2010

Sehari bersama kang Onno


Kelemahan siswa kita ternyata bukan pada pelajaran matematika, sains maupun pelajaran komputer, tetapi ternyata pada pelajaran bahasa Indonesia.

Hal tersebut di sampaikan oleh Bapak Onno W. Purbo atau biasa dipanggil Kang Onno ini saat menjadi nara sumber pada seminar “Pembuatan BSE (Buku Sekolah Elektronik) TIK Berbasis Open Source Software” yang dilaksanakan di Hotel Orchad Pontianak oleh POSS-Untan (Pendayagunaan Open Source Software-Universitas Tanjungpura) pada tanggal 18 Juni 2009.

Gambaran bahwa di luar negeri kiprah anak-anak Indonesia dalam penguasaan tekhnologi tetap diperhitungkan, contohnya adalah belum lama ini Indonesia meraih beberapa medali emas pada olimpiade fisika dunia, juara dunia pembuatan robot untuk kemanusiaan serta juara dunia pembuatan software pemetaan (GPS) berbasis SMS yang diberi nama Butterfly.

Tetapi, lanjut Kang Onno coba kita lihat siswa kita dalam pembuatan karya tulis banyak masih kesulitan, terutama dari tata bahasa yang digunakan. Ini terjadi karena disekolah tidak terbiasa dengan pembuatan karya yang berupa tulisan. Begitu juga dalam mengeluarkan pendapat, siswa kita juga mengalami kesulitan karena tidak terbiasa melakukan hal-hal tersebut.

Pembicara Internasional dan pakar dibidang telekomunikasi dan komputer ini, berpesan kepada guru-guru terutama guru bahasa Indonesia agar membiasakan siswanya dalam mengungkapkan pendapat baik secara lisan maupun tertulis dimulai dari yang paling sederhana